Minggu, 18 November 2012

PEMBANGUNAN PERANGKAT LUNAK SISTEM INVENTORY CONTROL PADA APOTIK SURAPATI BERBASIS CLIENT SERVER

Apotik Surapati merupakan salah satu badan usaha yang bergerak dalam bidang kesehatan. Adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari proses sistem inventory control yang masih dikerjakan dengan sistem manual menjadi sistem yang terkomputerisasi dan berbasis client server.
            Perancangan sistem yang digunakan adalah dengan menggunakan metode Prototipe, alat yang digunakan untuk merancang sistem berupa Flow Map (Bagan Alir Dokumen), Contecx Diagram (Diagram Konteks), DFD (Data Flow Diagram). Sedangkan alat pengembangan aplikasi database menggunakan MySQL 4.0.21 dan bahasa pemrograman Borland Delphi 7.0.


Perkembangan yang semakin maju dalam bidang teknologi komputer menuntut suatu kinerja dalam sebuah instansi atau perusahaan yang relatif cepat dan tepat untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan. Salah satunya  penerapan teknologi komputer sebagai  alat bantu yang mutlak dipakai dan diperlukan  sebagai senjata utama dalam persaingan bisnis dan dukungan sumber daya manusia yang baik. Untuk dapat menciptakan dan menghadapi kondisi yang demikian perlu adanya Sistem Informasi yang dapat melayani segala macam  aspek informasi yang menyangkut kemampuan, kecakapan, keahlian, pengalaman dan potensi pegawai secara cepat, tepat, segar dan terpercaya yang selanjutnya dapat digunakan dalam penetapan kebijaksanaan atau keputusan serta pelaksanaan dalam pengolahan data.
Apotek Surapati merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan yang cara pengolahan datanya masih manual. Dimana sistem yang ada hanya pembukuan sederhana, pembukuan tersebut meliputi pencatatan seluruh kegiatan yang ada pada Apotek Surapati seperti pencatatan penjualan obat, pembelian obat serta persediaan obat hingga pembuatan laporan seluruh kegiatan. Berdasarkan kebutuhan diatas maka dari pihak apotik menginginkan untuk membuat suatu fasilitas perangkat lunak inventory control berbasis client server yang nantinya bisa memudahkan karyawan dalam bekerja.

Berdasarkan latar belakang permasalahan dalam penelitian ini, maka didapatkan identifikasi masalah yaitu bagaimana membangun perangkat lunak  sistem inventory control  pada Apotik Surapati Bandung berbasis client server.

Inventory merupakan kata lain dari persediaan, istilah persediaan disini maksudnya menujukkan barang-barang yang dimiliki perusahaan. Persediaan dapat mengambil bentuk yang tergantung pada jenis usaha yang ditekuni oleh perusahaan yang bersangkutan. Pada perusahaan yang bergerak dibidang penjualan produk, persediaan barang merupakan salah satu unsur yang paling efektif dalam operasional perusahaan, yang secara berkelanjutan digunakan dalam kegiatan penjualan barang harian yang dapat disajikan dalam bentuk laporan persediaan barang.
            Laporan persediaan barang adalah suatu laporan yang menyajikan tentang data-data barang yang masuk dan data-data barang yang keluar dalam suatu perusahan. Hal ini sangat penting sekali bagi perusahaan yang bergerak dibidang penjualan barang untuk melakukan pemeriksaan barang yang tersedia dan barang-barang yang habis persediaanya.
            Menurut AGU “Ditinjau dari segi neraca persediaan adalah barang-barang atau bahan-bahan yang masih tersedia pada tanggal neraca atau barang-barang yang akan segera dijual, digunakan atau diproses dalam periode normal perusahan. Sifat dan wujud persediaan sangat bervariasi tergantung jenis, sifat dan bidang usaha perusahaan”.
            Untuk perusahaan dagang, jenis persediannya mencakup persediaan barang dagangan dan persediaan bahan penolong. Apabila persediaan terlalu kecil maka kegiatan operasi besar kemungkinan dapat mengalami penundaan. Sebaliknya apabila persediaan terlalu besar akan mengakibatkan perputaran persediaan yang rendah sehingga profitabilitas perusahaan menurun.


   Usaha untuk meningkatkan mutu pelayanan merupakan prioritas utama disetiap instansi, berbagai upaya tentunya akan dilakukan demi meningkatkan mutu pelayanan tersebut, dalam kaitannya, Apotik Surapati yang merupakan unit pelayanan kesehatan, ingin memberikan pelayanan kepada konsumen-nya sebaik mungkin.
Bagian gudang, salah satu unit kerja yang ada di Apotik Surapati merupakan pihak utama yang menangani masalah persediaan obat yang ada apotik.  Bagian gudang ini  berhubungan dengan inventory control pada Apotik Suraapti
Saat ini, sistem inventory control yang dilakukan di Apotik Surapati masih menggunakan cara yang manual, yaitu dengan melakukan pembukuan untuk seluruh data dan transaksi yang terjadi.  Pengolahan data yang melibatkan data yang tidak sedikit mengakibatkan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pengolahan data tersebut.


                Diagram konteks adalah bagian dari data flow (diagram alir data) dimana diagram ini mempunyai entitas dan proses serta aliran data yang menyatakan hubungan antar entitas, diagram dengan sistem tersebut.










Gambar 3.1 Diagram Contex


            Diagram aliran data atau data flow diagram (DFD) adalah sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran informasi yang diaplikasikan pada sat bergerak dari input menjadi output.




                               










Gambar 3.2 DFD level 1



Pengujian program ini menggunakan metode Black box . Pengujian Black-Box merupakan pengujian program berdasarkan fungsi dari program. Tujuan dari metode Black Box ini adalah untuk menemukan kesalahan fungsi pada program. Pengujian dengan metode blackbox dilakukan dengan cara memberikan sejumlah input pada program aplikasi yang kemudian diproses sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya untuk melihat apakah program aplikasi menghasilkan output yang diinginkan dan sesuai dengan fungsi dari program tersebut. Apabila dari input yang diberikan proses menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya, maka program aplikasi yang bersangkutan telah benar, tetapi jika output yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan fungsionalnya, maka masih terdapat kesalahan pada program aplikasi.
Pengujian dilakukan dengan mencoba semua kemungkinan yang terjadi dan pengujian dilakukan berulang-ulang. Jika dalam pengujian ditemukan kesalahan, maka akan dilakukan penelusuran dan perbaikan untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi. Jika telah selesai melakukan perbaikan, maka akan dilakukan pengujian kembali. Pengujian dan perbaikan dilakukan secara terus menerus hingga diperoleh hasil yang terbaik.

             Rencana Pengujian Black Box

Tabel 4.1 Butir Uji
Kelas Uji
Butir Uji
Jenis Pengujian
Login
Verifikasi User ID
Black Box
Verifikasi password
Black Box
Data Obat
Tambah data obat
Black Box
Ubah data obat
Black Box
Hapus data obat
Black Box
Cari data obat
Black Box
Data Supplier
Tambah data supplier
Black Box
Ubah data supplier
Black Box
Hapus data supplier
Black Box
Cari data supplier
Black Box
Stock Obat
Filter
Black Box
Refresh
Black Box
Data Pembelian
Transaksi data pemesanan
Black Box
Edit data pemesanan
Black Box
Simpan data pembelian
Black Box
Data Penjualan
Input Transaksi Penjualan
Black Box
Batal
Black Box
Bayar
Black Box
Ubah User
Black Box
Ganti Kasir
Black Box
Baru
Black Box
Cari data obat
Black Box
Setting
Tambah data user
Black Box
Ubah data user
Black Box
Hapus data user
Black Box
Cari data user
Black Box

Kesimpulan
            Setelah membuat perancangan Sistem Informasi Inventrory Control  pada Apotik Surapati, maka dapat diambil kesimpulan :
1.      Pembangunan perangkat lunak inventory control dapat membantu kerja karyawan Apotik Surapati dalam hal  pengolahan data obat, data stock obat, data pembelian, data supplier, dan data penjualan yang lebih cepat dibandingkan proses manual.
2.  Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan metode yang dipilih sesuai dengan yang diharapkan dan menghasilkan produk yang representatif pada akhirnya.
Sumber :
  1. http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=6999

Tidak ada komentar:

Posting Komentar